6 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Portofolio Web Developer

Web Developer

Merekrut seorang web developer atau aplikasi untuk membangun situs ecommerce atau aplikasi mobile bisa menjadi sebuah tantangan, terutama jika Anda tidak tahu keahlian atau pengalaman apa yang harus dimiliki developer.

Banyak pengusaha mungkin memiliki ide yang bagus tentang bisnis ecommerce, tetapi mereka tidak memiliki semua keahlian teknis yang diperlukan untuk mengembangkan sebuah website atau aplikasi. Jadi, mereka akan mulai mencari dan merekrut beberapa developer. Jika Anda sedang mencari freelancer, web development, atau karyawaan full-time, perhatikan 6 hal penting berikut dalam portofolio mereka.

1. Website yang Anda suka

Hal pertama yang harus Anda perhatikan ketika memilih seorang web developer adalah mereka harus mampu membangun website seperti yang Anda inginkan. Ini menjadi syarat mutlak karena web developer harus bisa bekerja secara profesional dan fleksibel sesuai dengan permintaan klien.

Apakah itu website dengan tampilan full-width, parallax, background video, mengintegrasikan ecommerce untuk penjualan, dll, web developer harus mampu mengerjakannya untuk Anda.

2. Performa

Syarat kedua adalah website harus dapat di muat dengan cepat. Pengunjung tidak suka dengan website yang lambat. Jika sebuah halaman terlalu lama untuk dimuat, pengunjung mungkin akan segera meninggalkan situs tersebut.

Menurut Kissmetrics, situs yang membutuhkan waktu lebih dari 4 detik untuk di muat mungkin dapat kehilangan 25 persen pengunjung. Ini berarti bahwa jika halaman situs Anda hanya butuh 4 detik untuk di muat, satu dari empat pengujung akan meninggalkan situs Anda sebelum selesai di muat.

Dengan pemikiran ini, web developer yang menampilkan kecepatan beberapa situs yang diuji dalam portofolio mereka bisa menjadi pertimbangan Anda. Ada banyak tools yang bisa digunakan untuk menguji kecepatan sebuah website, seperti Google PageSpeed Insight, GTmetrix, dan Pingdom.

3. Fungsionalitas

Ketika Anda mengunjungi situs portofolio web developer, uji beberapa fungsionalitas tersebut. Klik segala sesuatu yang Anda temukan, mengisi formulir online, atau bahkan mungkin melakukan pembelian.

Di situs ecommerce, kesalahan kecil dalam fungsionalitas bahkan dapat membunuh penjualan. Jika Anda ingin merekrut seorang developer, pilihlah yang mampu membangun fitur yang intuitif, situs yang mudah digunakan yang memiliki fitur dan fungsi yang diharapkan pembeli.

Berikut beberapa contoh fungsionalitas penting dalam sebuah website:

  • Navigasi
  • Pencarian
  • Sorting dan filtering
  • Menambahkan produk pada keranjang belanja
  • Proses checkout

4. Aksesibilitas

Pada tahu 2016 dan seterusnya, aksesibilitas web mungkin menjadi persyaratan hukum dari banyak bisnis ecommerce. Sebagai contoh, tahun lalu ada lebih dari sekitar 40 tuntutan hukum tentang aksesibilitas web terhadap bisnis di Amerika Serikat di bawah Americans with Disabilities Act.

Dengan pemikiran ini, uji website portofolio kandidat developer Anda untuk melihat apakah mereka secara umum memenuhi pedoman untuk aksesbilitas web, yang merupakan ukuran seberapa cacat pengunjung dapat berinteraksi dengan situs Anda dan isinya.

Untuk memeriksa aksesbilitas web, gunakan WebAIM’s WAVE Web Accessibility Evaluation Tool. Cukup masukkan URL halaman web dan WAVE akan memberikan laporan tentang masalah aksesbilitas.

Dalam konteks memilih seorang web developer, lihat errors, alerts, dan contarct errors. Ini adalah beberapa hal penting yang harus Anda pertimbangkan.

Meskkipun masalah aksesbilitas web telah menjadi pertimbangan selama bertahun-tahun, namun ini mungkin merupakan hal yang baru bagi beberapa web developer.

5. Kode yang rapi

Meskipun arti dari istilah kode yang rapi itu subjektif, satu definisi yang mungkin adalah bahwa kode yang rapi adalah mudah dibaca dan dimodifikasi. Kode yang rapi biasanya juga lebih efisien dan dapat bekerja lebih baik dan berjalan lebih cepat.

Kode yang rapi sangat penting karena memudahkan untuk melakukan perubahan ke situs Anda. Misalnya, bagaimana jika web developer Anda tiba-tiba keluar? Anda mungkin perlu merekrut developer baru untuk memperbarui situs Anda. Jika kode yang di tulis rapi, ini akan jauh lebih mudah.

Sayangnya, bagian paling penting kode sebuah halaman mungkin disembunyikan dari Anda. Sering kali adalah kode backend, yang ditulis dalam PHP, Ruby, atau sejenisnya.

Tapi ada beberapa hal yang dapat Anda cari dari frontend, yang mungkin bisa menjadi indikasi bagaimana mereka menulis baris kode yang rapi.

Misalnya, Anda bisa menggunakan World Wide Web Consortium’s (W3C’s) HTML validator. Tool ini akan memberikan daftar peringatan dan kesalahan dalam situs HTML.

6. Proyek pribadi

Developer terbaik sangat semangat untuk menulis kode dan memecahkan masalah. Ini bisa dilihat dari seberapa banyak proyek pribadi yang pernah mereka kerjakan dalam portofolio mereka.

Mempertimbangkan proyek-proyek pribadi ini sama pentingnya dengan faktor-faktor diatas, karena semakin banyak proyek yang dikerjakan semakin tinggi jam terbang mereka dalam membangun website atau aplikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *