Call to Action (CTA), Perlukah dalam Setiap Blog?

Apa itu Call to Action?

call-to-action

Seperti tokoh fiksi yang menghuni dunia fantasi pada halaman, kita harus memberikan petunjuk untuk setiap pembaca blog. Apakah kita ingin agar mereka menggali artikel lain di situs kita? Membeli produk kita? Atau terlibat dalam percakapan?

Sebuah call to action memberitahu pembaca apa yang harus dilakukan. CTA bertujuan untuk mendorong pengunjung blog untuk mengambil tindakan tertentu, apakah itu berkaitan dengan pembelian atau sesuatu yang lainnya.

Dimana sebaiknya Call to Action muncul?

Calls to action umumnya muncul pada akhir posting blog. Pembaca yang telah selesai membaca artikel akan disuguhkan sebuah call to action untuk memberitahu mereka apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Kita dapat juga menampilkan calls to action di seluruh blog jika tidak ingin menampilkannya hanya di akhir posting. Namun, efek dari startegi ini adalah pembaca mungkin tidak akan pernah membaca sampai pada kalimat terakhir dari posting blog kita.

Seperti apakah Call to Action yang baik itu?

Sebuah call to action harus dapat menyampaikan pesan secara langsung dan jelas pada audiens, sebuah cara yang logis berupa rekomendasi “langkah selanjutnya” untuk diikuti oleh pembaca. Dalam kebanyakan kasus, call to action dibatasi oleh satu kalimat, meskipun terlihat menonjol karena cetak tebal atau miring, gunakan font atau warna yang berbeda, atau karakteristik yang membedakan dengan yang lainnya.

1

Kata “jika/kemudian” adalah salah satu format kata yang bekerja dengan baik untuk calls to action. Misalnya, kita telah menulis posting blog tentang bagaimana memilih peralatan berkemah terbaik untuk liburan. Website kita menjual peralatan berkemah, sehingga kita bisa membuat call to action seperti ini:

“Jika Anda ingin menghabiskan waktu liburan dengan berkemah, persiapkan semua peralatan berkemah Anda agar tetap hangat di malam hari”.

Kita juga bisa menulis call to action “jika/kemudian” jika tidak ingin menjual apapun pada pembaca. Atau mungkin kita memiliki sebuah travel blog dan kita ingin pembaca menggali lebih dalam artikel kita. Contoh call to action mungkin seperti ini:

“Jika Anda sedang berpikir ingin membuat perjalanan ke Thailand, lihat artikel saya tentang anggaran perjalanan ke Thailand”.

Bagaimana membuat Call to Action yang berkesan?

Gunakan bahasa yang kreatif untuk memisahkan call to action dengan posting blog. Suntikan beberapa kepribadian ke dalam kata-kata kita sehingga terdengar seperti suara kita, tapi tunjukkan jalan yang jelas bagi pembaca.

Lakukan percobaan dengan style dan format kata-kata yang berbeda sampai menemukan satu yang bekerja dengan baik.

Jadi, apakah kamu sudah siap untuk menerapkan tips-tips call to action di atas di blogmu sendiri?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *