top-level-domain

Tips Memilih Nama Domain yang Tepat dalam TLD Baru

TLD (Top Level Domain) adalah ekstensi  atau kata yang berada di belakang domain seperti .com (dot commercial), .net (dot network), .org (dot organization), .info (dot information) .edu (dot education), .gov (dot goverment), dan .mil (dot military). Ada dua jenis Top Level Domain (TLD), yaitu Global Top Level Domain (gTLD) dan Country Code Top Level Domain (ccTLD). gTLD adalah domain yang lebih global dan umum, biasanya dengan akhiran .com, .net maupun .org. Sedangkan ccTLD adalah TLD yang dikhususkan untuk masing-masing negara, seperti Indonesia dengan kode ID (co.id, go.id, net.id dll) atau Jepang dengan kode jp (co.jp, ne.jp, or.jp dll).

Memilih sebuah nama domain memang gampang-gampang susah dan perlu diperhatikan karena dapat berpengaruh pada bisnis yang dijalani. Biasanya, banyak orang yang lebih memilih untuk membuat nama domain dengan TLD .com maupun TLD yang sudah global. Berikut kami akan memberikan beberapa tips yang dapat digunakan untuk memilih nama domain dalam TLD baru.

  1. Pikirkan Akan Menggunakan TLD apa?

Memilih TLD yang tepat untuk bisnis memang cukup membingungkan. Di satu sisi, TLD seperti .com merupakan TLD yang telah diakui di seluruh dunia sebagai TLD terbesar. Hal ini juga menjadi rekomendasi utama oleh para ahli penamaan domain seperti Phil Davis dan Naseem Javed. Di sisi lain, menggunakan TLD baru juga dapat menambah kesegaran dalam brand atau bisnis Anda. Selain itu, menggunakan TLD baru juga membuat lebih deskriptif, dan memberikan ruang kreatif bagi bisnis Anda. Beberapa ahli penamaan banyak yang merekomendasikan untuk membuat nama domain dengan TLD seperti .com yang sudah umum, namun tak jarang mereka juga merekomendasikan TLD baru. dalam hal ini, sebaiknya dikembalikan lagi kepada kebutuhan dan bisnis Anda sehingga dapat memilih ekstensi yang tepat.

  1. Pastikan Nama Domain Mudah Diingat

Memiliki nama domain yang mudah diingat merupakan hal yang penting. Menurut seorang pengembang nama brand, dan slogan, Liz Castlemen, sebuah nama domain perlu memiliki TLD yang sederhana namun bisa fokus mendukung nama domain tersebut. Dengan nama domain dan TLD sederhana, akan membuatnya mudah untuk diingat.

  1. Biarkan Nama Domain yang Menjelaskan Bisnis Anda

Terkadang orang terpacu untuk menggunakan TLD yang global seperti .com agar dapat menarik banyak pengunjung dalam bisnisnya. Tetapi, banyak ahli penamaan domain yang menyarankan untuk membuat nama domain dengan TLD baru yang mampu menjelaskan tentang bisnis Anda. Katarina Nilsson dari lembaga penamaan Swedia Eqvarium (klien Skandinavia termasuk Rynkeby, NCC Nordea dan Electrolux) menyarankan untuk memilih nama domain dengan komponen deskriptif, dan mendaftarkan nama tersebut pada satu atau beberapa ekstensi domain baru yang relevan dengan bisnis Anda. Sebagai contoh: biasanya kita membuat nama domain seperti www.aniaradentalcare.com. Hal ini dapat diganti dengan  www.aniara.dental sehingga nama domain dengan TLD baru dapat menjelaskan bisnis Anda dengan sendirinya.

Tips-tips di atas merupakan tips yang cukup berharga dari beberapa ahli penamaan domain yang kompeten di dunia. Hal ini akan menjadi penting sebagai referensi dalam memilih nama domain yang tepat dengan TLD baru. Selamat mencoba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *